Selamat Datang,
Tamu Login atau Daftar |
Untitled Document
Selamat Datang...!
Rumah cookies menyajikan beragam cookies atau kue kering untuk Lebaran, Natal dan Tahun Baru dengan cita rasa khas yang tidak akan anda lupakan. Semua cookies / Kue kering ( Nastar, Sagu, Coklat, Kacang, dll) diolah dengan bahan-bahan yang bermutu tinggi, tanpa bahan pengawet ataupun bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan dan halal. Perpaduan cita rasa yang tinggi, bahan baku bermutu dan pengolahan yang higienis menjadikan Rumah Cookies sebagai merk kue kering online yang digemari oleh masyarakat dan mampu memanjakan lidah penggemarnya.
Rumah Cookies mempunyai misi untuk menyajikan kue kering - kue kering yang bermutu tinggi, sehat dan bergizi serta mengembangkan inovasi secara terus menerus untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama dari Rumah Cookies untuk menciptakan loyalitas pelanggan.
Apakah yang Anda ketahui tentang cookies / kue kering ...?
Siapa yang tidak mengenal cookies atau kue kering..? Cookies atau kue kering merupakan camilan lezat yang cocok menjadi teman minum teh atau kopi. Cookies atau kue kering banyak digemari oleh masyarakat dari berbagai bangsa dan digunakan juga dalam acara - acara khusus seperti pesta, tradisi minum teh dan bahkan di Indonesia digunakan sebagai bagian dari silaturahmi pada hari Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Pernahkan Anda bayangkan bahwa cookies dikonsumsi oleh 95,2% penduduk Amerika Serikat. Amerika sendiri mengkonsumsi lebih dari 2 milyar cookies setahun, atau 300 cookies untuk setiap orang setiap tahun (sumber: http://www.kitchenproject.com/history/cookies.htm)
Sebenarnya bagaimanakah sejarah perkembangan cookies / kue kering itu dan mengapa cookies / kue kering menjadi camilan kegemaran dari banyak bangsa di dunia..?
Cookies / kue kering yang pertama kali diciptakan dari suatu kecelakaan. Pada saat membuat kue ulang tahun yang besar, sebelum kue dipanggang biasanya dilakukan pengujian dengan sejumlah kecil adonan untuk menguji suhu oven sebelum memanggang kue besar. Dari pengujian tersebut ternyata dihasilkan kue kering yang enak yang selanjutnya kue kecil tersebut disebut sebagai gkoekjeh dalam Bahasa Belanda. Awalnya disebut "kue kecil," cookies yang dibuat dengan adonan manis atau adonan, panggang dalam porsi seukuran tunggal dan dimakan dengan menggunakan tangan tanpa bantuan peralatan makan lainnya layaknya kue-kue besar yang ada.
Kata cookies awalnya berasal dari keokje Belanda, yang berarti "kue kecil." Selain itu, Belanda yang pertama kali mempopulerkan cookies di Amerika Serikat. The British took a liking to them in the 19th century, incorporating them into their daily tea service and calling them biscuits or sweet buns, as they do in Scotland. Masyarakat Inggris mulai menyukai cookies / kue kering di abad ke-19 dan menggabungkan cookies / kue kering dalam kebiasaan minum teh sehari-hari dan mereka menyebutnya sebagai biskuit atau roti manis. Demikian juga halnya dengan yang dilakukan oleh masyarakat di Skotlandia.
Pada tahun 1930-an, seorang pemilik penginapan di Massachusetts kehabisan kacang saat membuat kue. Oleh karena itu, ia menggantikan kacang dengan sebatang coklat, memecahnya menjadi potongan-potongan dan menambahkan potongan cokelat ke tepung, cokelat adonan gula dan mentega. Selanjutnya penginapan tersebut disebut dengan The Toll House Cookie. Pemilik penginapan, Ruth Wakefield, telah menemukan apa yang menjadi sebuah kue klasik Amerika yaitu chocolate chip cookies.
Berbagai bentuk cookies / kue kering diperkirakan muncul pada abad ketujuh yang diperkenalkan oleh Persia, salah satu negara pertama yang membudidayakan gula. Sedangkan Cookies Amerika pertama awalnya dibawa ke negara ini oleh Inggris, Skotlandia, dan imigran Belanda. "Cookies mentega" yang sederhana ini sangat mirip dengan kue teh Inggris dan Scotch shortbread.
Di Perancis cookies / kue kering disebut dengan nama biscuit. Biscuit terdiri dari kata gbish yang artinya dua dan kata gcuith yang artinya memasak. Jadi biscuit artinya adalah kue yang dimasak dua kali sehingga menjadi kering, renyah dan tahan lama. Sedangkan di Indonesia sendiri menggunakan istilah-istilah yang dipakai di berbagai negara tersebut dengan istilah gkue keringh dan gbiskuith sebagai terjemahan dari kata biscuit. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, demikian orang dari berbagai negara menyebutkan istilah bagi cookies. Namun apapun istilah, nama, bentuk dan campurannya, ada suatu kesamaannya yaitu cookies atau kue kering merupakan kue yang dipanggang dengan oven, berbentuk kecil atau mini yang dapat dimakan dengan satu atau dua kali suap dan tahan lama untuk disimpan.
Silahkan menghubungi kami Ahlinya dalam membuat Cookies / Kue Kering untuk Kue kering Lebaran, Kue Kering Natal, Kue Kering Tahun Baru dengan aneka macam seperti : Kue kering Nastar, Kue kering Sagu, dll.
Call Us Hotline : 021- 3398 0073 /3620 330 226 or
email to : contactus@rumahcookies.com
Cookies Online | Jual Kue Kering Lebaran - Kue Kering Natal | Kue Kering Nastar | Kue Kering Sagu | Kue Kering Coklat | Kue Kering Kacang | Cookies Gift
Produk Baru |
|
|
|
|
|
|
|
Harga : Rp. 90.000,- / toples |
Harga : Rp. 80.000,- / toples |
Harga : Rp. 70.000,- / toples |
|
|
Harga : Rp. 60.000,- / box |
|
|
Harga : Rp. 40.000,- / box |
Produk - Kue Kering- |
|
|
|
|
|
|
|
Harga : Rp. 80.000,- / toples |
Harga : Rp. 60.000,- / toples |
Harga : Rp. 80.000,- / toples |
| |
|
|
|
|
|
|
|
|
Harga : Rp. 33.000,-(wijen) & Rp. 37.000,-(durian) / toples |
Harga : Rp. 70.000,- / toples |
Harga : Rp. 80.000,- / toples |
| |
|
|
|
|
|
|
|
|
Harga : Rp. 80.000,- / toples |
Harga : Rp. 65.000,- / toples |
Harga : Rp. 65.000,- / toples |
| |
|
|
|
|
|
|
|
|
Harga : Rp. 70.000,- / toples |
Harga : Rp. 65.000,- / toples |
Harga : Rp. 60.000,- / toples |
| |
|
|
|
|
|
|
|
|
Harga : Rp. 55.000,- / toples |
Harga : Rp. 60.000,- / toples |
Harga : Rp. 80.000,- / toples |
| |
|
|
 |
Jenis Kue Kering |
|
Customer Service |
 |

|
Pemesanan Kue |
  |
| |
|
|
 |
|
|